Daftar Isi
Saham blue chip adalah kategori saham yang paling cocok untuk investasi pemula. Buat pemula sedang belajar saham, saran saya mulai investasi di saham blue chip. Apa saja saham blue chip Indonesia terbaik di 2020 2019 ? Apa list saham blue chip 2020 dan 2021. Bukti untung Rp 1,1 M dengan investasi rutin cukup murah Rp1 juta per bulan.
Saya mengumpulkan informasi, lakukan riset dan belajar dari pengalaman pribadi investasi saham selama lebih dari 15 tahun.
Ada 5 saham blue chip terbaik di bursa efek Indonesia di 2019.
Saya pernah mengalami, seperti Anda !
Ingin investasi saham, tapi bingung campur khawatir, saham apa yang sebaiknya saya beli.
Di satu sisi, investasi saham punya banyak cerita soal investor yang untung ratusan persen dalam waktu singkat, sementara di sisi lain tidak sedikit cerita soal investor bangkrut dalam hitung hari karena loss bermain saham.
Dua cerita yang saling konflik ini membuat investor pemula sering bingung. Mau beli takut, tidak beli takut ketinggalan kereta.
Mau beli saham apa ?
Daftar Isi
Saham Blue Chip
Saham blue chip adalah jenis saham terbaik dari perusahaan – perusahaan dengan kinerja terbaik, yang sudah mumpuni di bursa, dan punya track-record konsisten dalam rentang waktu panjang.
Jenis saham yang termasuk kategori blue chip adalah saham pilihan yang jadi isi portfolio utama investor institusi dan ritel di bursa.
Saham blue chip paling sulit atau kecil untuk digoreng harganya karena kapitalisasi saham ini sangat besar dan sangat likuid.
Berdasarkan pengalaman bermain saham lebih, saya memilih 5 saham blue chip, yang saat ini menurut saya paling cocok untuk investasi saham pemula, yang sedang belajar main saham.
Berikut ini adalah daftar saham blue chip 2020 2021, yaitu:
#1 Saham Blue-Chip BBCA
BBCA adalah kode saham Bank BCA.
BBCA adalah saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa efek Indonesia saat ini 2019. Artinya, saham ini adalah saham terbesar di bursa.
Menjadi saham dengan nilai kapitalisasi terbesar bukan tanpa alasan. Itu reward dari investor kepada saham BCA karena kinerjanya yang ciamik.
BCA adalah bank terbaik di Indonesia saat ini dengan kemampuan menghasilkan profit terbaik.
BCA bukan bank dengan aset terbesar, masih dipegang Bank Mandiri, dan bukan dengan profit terbesar di Indonesia, dipegang BRI.
Tetapi, BCA adalah bank dengan kemampuan memberikan profit terbaik buat pemegang saham, rasio antara aset dengan profit BCA terbaik, artinya bank BCA dikelola paling efisien dari sisi profitability dan kualitas pinjaman (non-performing loan rendah).
Ada beberapa indikator menunjukkan kinerja Bank BCA better dibandingkan bank lain:
Pertama, pertumbuhan kredit (loan growth) BCA konsisten di lebih tinggi atau paling tidak at par dengan industri perbankan, yang sangat penting bagi bank karena jumlah kredit adalah motor utama profit.
Untuk bank dengan size sebesar BBCA (asset lebih dari 100 T +) mencetak pertumbuhan pinjaman yang konsisten bukan perkara mudah.
Kedua, perusahaan dikelola dengan efisien dan prudent, tercermin dari Return on Assets (ROA) paling tinggi diantara bank di kelasnya dan tingkat kredit macet (NPL) rendah – terbaik di kelompok bank sekelasnya.
Ketiga, manajemen profesional di belakang kinerja BBCA superb, yang tercermin selain dari indikator kinerja keuangan, tetapi juga dari mayoritas pimpinan BCA berasal dari internal yang menunjukkan kaderisasi dalam perusahaan kuat dan terencana.
Berikut ini grafik harga saham BBCA dalam 10 tahun terakhir, yang sudah bisa menjelaskan, self-explanatory, kenapa BBCA menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI saat ini.
#2 UNVR
UNVR adalah kode saham Unilever Indonesia, perusahaan consumer goods terbesar dan terbaik di Indonesia.
Unilever memiliki beberapa merek kuat dan paling terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia, antara lain: Rinso, Rexona, Royco dan banyak lagi.
Dengan pertumbuhan populasi penduduk Indonesia yang besar dan diprediksi akan ada bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan, pasar Indonesia sangat potensial untuk produk konsumsi yang dijual UNVR dan produk dengan brand kuat akan dominan di pasar dan bisa menentukan harga.
Dengan kekuatan brand dan penguasaan pasar, Unilever Indonesia adalah perusahaan dengan kinerja keuangan super efisien, yang tercermin dari indikator sbb:
Pertama, Return on Equity (ROE) Unilever mencapai 142% di 2018 dan sejak 2014 ROE UNVR selalu diatas 100%, dengan profit meningkat setiap tahun dan mencapai Rp 9 Tr di 2018.
ROE mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan profit dari setiap equity yang diberikan pemegang saham.
Angka diatas 100% artinya dari setiap 1 rupiah modal pemegang saham manajemen UNVR bisa deliver keuntungan lebih dari 1x modal.
Kedua, karena dikelola sangat efisien, Unilever tidak membutuhkan injeksi modal, sehingga profit dibagikan sebagai dividen ke pemegang saham.
Angka dividen payout (porsi profit dibagikan sebagai dividen) UNVR mencapai 100% dalam beberapa tahun terakhir.
Keuntungan semuanya dikembalikkan ke pemegang saham !
Jarang perusahaan di Indonesia memiliki dividen payout setinggi UNVR
Logikanya, kalau kinerja tidak bagus, tidak mungkin manajemen Unilever membagi semua profit sebagai dividen.
Ketiga, perusahaan dengan aset sebesar UNVR hampir dikatakan tidak punya hutang bank.
Revenue atau pendapatan UNVR beberapa x lipat lebih besar dibandingkan aset perusahaan, yang menunjukkan efisiensi operasi perusahaan dalam menjalankan bisnis.
Berikut ini grafik pergerakan harga saham UNVR dalam 10 tahun terakhir, yang meskipun kenaikan tidak setajam BBCA tetapi tetap memberikan keuntungan yang tinggi buat investor.
#3 BBRI
BBRI adalah kode saham Bank BRI, bank dengan profit terbesar di Indonesia.
Bank BRI fokus di kredit usaha mikro, kecil dan menengah yang mayoritas pasar pinjaman di Indonesia.
Usia bank ini lebih dari 100 tahun membuat perusahaan memiliki pengalaman panjang dan kemampuan manajemen kredit UMKM yang sangat mumpuni dan sulit dilawan kompetitor.
Beberapa indikator penting yang menunjukkan kinerja keuangan BRI fenomenal, yaitu:
Pertama, pertumbuhan kredit Bank BRI konsisten, paling tinggi diantara bank sekelasnya dan selalu lebih tinggi dari industri.
Sebagai bank dengan aset kedua terbesar di Indonesia, BRI bisa mencatat pertumbuhan kredit yang konsisten diatas industri, luar biasa, thanks to pangsa pasar UMKM dimana BRI bermain hampir tanpa kompetitor.
Kedua, BRI mencatat margin keuntungan tinggi, tercermin dari NIM (net interest margin) tertinggi di antara bank sekelasnya – karena bunga UMKM relatif lebih tinggi, dan BRI efisien dalam pengelolaan kredit dengan NPL rendah dibandingkan industri.
Ketiga, manajemen dan pengalaman BRI selama 100+ tahun di industri perbankan dengan jaringan pelosok Indonesia membuat Bank BRI punya kekuatan yang sulit disaingi bank lain di sektor kredit UMKM.
Gurihnya kredit UMKM membuat beberapa tahun lalu beberapa bank swasta dan asing berlomba masuk ke kredit UMKM.
Kurang dari 5 tahun, semua kompetitor BRI mundur teratur dari sektor UMKM. Boleh dikatakan saat ini BBRI menjadi sangat dominan dan hampir tanpa pesaing.
Berikut ini grafik pergerakan harga saham BBRI dalam 10 tahun terakhir, yang sudah bisa menjelaskan, self-explanatory, kenapa BBRi menjadi salah satu favorit di BEI saat ini.
Baca juga – Cara Analisa Fundamental Saham Perbankan
#4 TLKM
TLKM adalah kode saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
TLKM adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan salah satu BUMN terbesar yang semua masyarakat kenal lewat produk telekomunikasinya.
Pertama, secara bisnis Telkom unggul dalam jaringan sampai pelosok dan jumlah pelanggan terbesar, yang tidak tersaingi operator telekomunikasi lainnya.
Menurut saya, salah satu keunggulan TLKM dibandingkan operator lain adalah karena perusahaan BUMN maka dukungan investasi modal sangat kuat, syarat penting dalam persaingan telko yang padat modal.
Produk TLKM paling lengkap: mulai dari pasca bayar, pra bayar, Indihome, internet dan berbagai layanan lainnya, yang membuat perusahaan bisa menarik konsumen pelanggan telco terbesar di Indonesia.
Kedua, TLKM rajin membagi deviden kepada pemegang saham setiap tahun. Di 2018 TLKM menggelontorkan Rp 16.2 Tr untuk membayar dividen atau 90% profit.
Dalam 10 tahun terakhir, dividend payout TLKM meningkat dari 40% ke 90% profit.
Saya percaya perusahaan yang membagi dividen secara konsisten adalah perusahaan dengan kinerja bagus.
Tidak mungkin perusahaan membagi dividen secara agresif jika kinerjanya buruk. Pasti laba akan ditahan, tidak dibagi dividen, untuk memperbaiki kinerja.
Ketiga, TLKM memiliki profit margin diatas pesaing operator lain dan mencatat penghasilan rata – rata per konsumen paling tinggi diantara operator Telco yang lain.
Indikator ini menunjukkan bahwa Telkom punya kinerja superior dibandingkan pesaing.
Berikut ini grafik pergerakan harga saham TLKM dalam 10 tahun terakhir, yang sudah bisa menjelaskan, self-explanatory, kenapa TLKM menjadi salah satu favorit di BEI saat ini.
#5 ICBP
ICBP adalah kode saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
ICBP adalah perusahaan produsen mie instan paling populer di Indonesia, Indomie, yang telah beroperasi selama 30 tahun dan dimiliki konglomerat terkemuka Indonesia, Salim Group.
Kenapa saham ICBP bagus ?
Populasi penduduk Indonesia yang besar dan bonus demografi yang akan tiba membuat pasar makanan selalu prospektif. Bagaimanapun orang perlu makan.
Indomie adalah salah satu makanan favorit masyarakat dari semua kalangan.
Jadi, demand akan mie instan diprediksi akan terus tumbuh.
Indikator keuangan ICBP menunjukkan kinerja perusahaan yang konsisten, terus tumbuh dan profitable, yaitu:
Pertama, pertumbuhan penghasilan yang diikuti oleh pertumbuhan laba secara konsisten dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan pasar.
Kedua, kemampuan perusahaan menghasilkan laba terhadap modal yang disetor pemegang saham, tinggi dengan ROE mencapai 21% dan ROA 13.7% jauh diatas rata – rata saham industri makanan di BEI.
Ketiga, rajin membagi deviden kepada pemegang saham dengan dividen payout ratio 34% dari laba tahun buku 2018.
Lihat bagaimana pergerakan harga saham ICBP dalam 10 tahun terakhir. Sudah bisa cukup menjelaskan kenapa ICBP adalah salah satu saham blue chip di BEI.
Baca juga – Daftar Sekuritas Terbaik
Berapa Untungnya ?
Saya menyaksikan di channel U Tube ‘Investor Receh’ yang melakukan simulasi menarik soal saham blue chip.
Rangkumannya saya tulis:
#1 Saham UNVR
Investor receh melakukan simulasi jika saham UNVR dibeli setiap tanggal 1 Januari sebesar Rp 12 juta secara konsisten selama 15 tahun mulai dari tahun 2003.
Berapa keuntungannya ?
Jangan kaget !
Total keuntungan adalah Rp 1,100,000,000.
Ya Rp 1,1M keuntungan di akhir 2018 setelah berinvestasi selama 15 tahun.
Harga saham UNVR bergerak dari Rp 1,940 per lembar di 2003 dan mencapai Rp 54,400 di Januari 2018.
Berikut ini pola investasi yang dilakukan:
#2 Saham BBCA
Investor receh melakukan simulasi jika saham BBCA dibeli secara rutin setiap tanggal 1 Januari sebesar Rp12 juta selama 15 tahun mulai dari tahun 2003.
Berapa keuntungannya ?
Tidak kalah dengan saham UNVR, bahkan lebih !
Total keuntungan adalah Rp 1,400,000,000
Ya Rp 1,4M keuntungan di akhir 2018 atau 3,940% return setelah berinvestasi selama 15 tahun
Harga saham BBCA bergerak dari Rp 562 per lembar di 2003 dan mencapai Rp 22,275 di Januari 2018.
Berikut ini pola investasi yang dilakukan:
#3 Resikonya Besar
Melihat untung yang cukup fantastis tersebut, saya ingin mengingatkan bahwa resiko investasi di saham itu besar.
Kenapa ?
Karena banyak sekali faktor yang mempengaruhi harga saham, mulai dari faktor jangka panjang sampai dengan faktor jangka pendek.
Anda tahu Astra International (kode saham ASII) salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dan sejak dulu dikenal sebagai saham blue-chip terbaik di BEI.
Jika beli saham ASII sejak lima tahun lalu (cukup, jangka panjang kan), saat ini Anda akan rugi karena harga saham ASII stagnan.
Bisa lihat di grafik dibawah ini soal pergerakkan harga saham ASII dalam lima tahun ke belakang.
Dari kasus ASII ini, Anda bisa lihat bahwa jangka panjang sudah, perusahaan terkemuka sudah, tetapi itu tidak menjamin bahwa Anda akan untung dalam investasi saham.
Untuk bisa mengelola risiko tersebut, saya menyarankan investor pemula untuk selalu melakukan hal berikut:
Pertama, diversifikasi investasi, dengan menempatkan investasi di berbagai instrumen agar jika terjadi resiko di saham tidak semua kekayaan kita anjlok nilainya.
Walaupun saham blue-chip risiko harga saham turun senantiasa ada, dan ketika harga tersebut turun dengan diverifikasi
Pelajari berbagai pilihan instrumen lain, misalnya Reksadana, Tabungan, Obligasi, P2P dan sebagainya.
Kedua, tempatkan dana yang siap untuk tidak digunakan dalam jangka panjang, misalnya 5 tahun keatas, karena investasi saham adalah investasi jangka panjang.
Saya tidak menyarankan investor pemula untuk trading saham dalam jangka pendek karena resikonya sangat besar.
Mau coba trading supaya tidak penasaran ? Silahkan, asal siap dengan resiko kerugian dan uang yang digunakan siap untuk hilang.
Ketiga, belajar investasi saham dengan baik karena dengan memahami dan mengerti Anda bisa mengelola resiko dan mencetak keuntungan yang optimal.
Saran saya lakukan analisa fundamental dan pendekatan value investing untuk investasi saham dalam jangka panjang.
Value investing adalah pendekatan untuk mencari perusahaan yang bagus dengan harga murah dengan menggunakan analisa fundamental. Menurut riset banyak investor sukses mencetak keuntungan dengan menggunakan value investing.
Keempat, monitor kinerja keuangan perusahaan secara rutin dan konsisten. Apakah itu artinya perlu memantau tiap hari ? Tidak, bukan itu maksud saya.
Anda cukup pantau dan analisa setiap kuartal saat perusahaan mengeluarkan laporan keuangan dan nanti di akhir tahun saat rilis laporan tahunan. Cek laporan keuangan di website resmi BEI.
Cara Membeli Saham Blue Chip
Tidak berbeda dengan saham pada umumnya, berikut ini cara membeli saham blue chip:
- Anda harus membuka rekening saham di broker atau perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa di BEI.
- Anda harus membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank bersama dengan pembukaan Rekening Saham di broker.
- Menyetorkan dana ke RDN untuk bisa memulai melakukan transaksi perdagangan saham.
- Melakukan order beli atau order jual saham blue chip pilihan Anda ke aplikasi perdagangan saham di broker dimana Anda membuka rekening saham.
Keempat langkah tersebut Anda ikuti untuk bisa melakukan perdagangan saham.
Baca juga – Cara Membaca Laporan Keuangan
Referensi dan Informasi
Banyak pertanyaan dasar perihal bagaimana cara investasi saham, mekanisme perdagangan dan perlindungan investor. Untuk menjawabanya, berikut ini referensi soal investasi saham.
1. Resiko Investasi Saham
Apa resiko investasi di saham ?
A. Capital Loss
Kerugian terjadi saat harga saham turun yang menyebabkan nilai saham dibawah nilai pembelian. Terjadilah capital loss.
Namun, capital loss baru terjadi jika saham dijual, sedangkan jika saham belum dijual, maka kerugian tersebut hanya diatas kertas (unrealized loss).
B. Likuiditas
Resiko yang dapat terjadi dikarenakan saham yang dimiliki tidak dapat dijual dengan cepat pada harga yang diinginkan.
Hal ini bisa terjadi karena dalam pasar saham merupakan proses jual dan beli. Jika tidak ada yang beli, maka penjual tidak bisa menjual sahamnya.
Kondisi ini bisa terjadi pada saham – saham yang tidak likuid di pasar. Saham yang tidak banyak diperdagangkan.
C. Delisting
Delisting adalah penghapusan perusahaan dari bursa maka perusahaan tersebut akan berubah status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat. Implikasinya, saham akan dihapus dari pencatatan di bursa.
Jika itu terjadi maka investor tidak akan bisa lagi melakukan transaksi jual beli saham lewat bursa. Sahamnya tetap ada, tetapi tidak bisa diperdagangkan.
2. Memilih Sekuritas
Mengingat pentingnya peran broker dalam transaksi saham, investor harus bisa memilih perusahaan sekuritas yang tepat. Bagaimana memilih sekuritas ?
Ini beberapa tipsnya.
1. Jasa Diberikan
Perhatikan jasa yang ditawarkan, apakah mengakomodir hal yang dibutuhkan? seperti tim analis handal yang analisa pasarnya bagus, atau menyediakan kelas edukasi untuk investornya.
Apakah memiliki aplikasi trading yang mumpuni, jarang macet dan bisa diandalkan. Ini penting karena sekarang mayoritas transaksi dilakukan secara online.
2. Fee Transaksi
Cari tahu mengenai fee transaksi yang di-charge kepada investor. Karena fee transaksi setiap sekuritas berbeda-beda, ada yang lebih murah tapi jangan sampai mengorbankan fasilitas yang kamu dapat.
3. Aplikasi Saham
Apakah mereka menyediakan aplikasi online trading? Tujuannya adalah untuk memudahkan kamu dalam bertransaksi.
Tidak hanya tersedia, tetapi juga memastikan aplikasi tersebut biasa diandalkan dan menyediakan informasi yang komprehensif untuk membantu investor mengambil keputusan yang tepat.
4. Izin OJK
Pastikan Perusahaan Sekuritas tersebut merupakan Anggota Bursa BEI dan juga memiliki ijin dari OJK
5. Track Record
Track record yang baik juga penting agar kamu lebih nyaman berinvestasi (yang ini silahkan di googling ya).
Tanya Jawab Saham Blue Chip
- Apa itu Saham Blue Chip
Saham perusahaan dengan kinerja terbaik di bursa saham
- Kenapa inevstasi saham blue chip cocok untuk investor pemula
Saham blue chip umumnya memberikan tingkat resiko lebih terkendali dengan return yang bagus.
- Apa contoh saham Blue Chip
Saham Bank BCA (kode: BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Indofood (ICBP).
- Apa ciri saham blue chip
Saham memiliki kapitalisasi pasar terbesar di bursa karena kinerja terbaik, menguasai pasar dan management tim yang mumpuni.
- Apakah Saham Blue Chip memiliki resiko
Ada dan pasti ada karena semua investasi pasti memiliki resiko dan investasi saham termasuk jenis investasi dengan resiko tinggi.
- Apakah ada saham kategori blue chip yang kinerjanya jelek
Ada. Beberapa saham kategori blue chip ada yang menunjukkan kinerja buruk dalam beberapa tahun terakhir.
- Bagaimana mengatasi resiko investasi saham tersebut
Diversifikasi adalah kunci pengelolaan resiko di saham. Don't put your eggs in one basket.
Kesimpulan
Saya menyarankan Anda melakukan investasi saham karena saham menawarkan return tertinggi dalam jangka panjang.
Saham perlu ada dalam portofolio investasi Anda.
Untuk pemula yang belajar saham, bermain saham blue chip adalah langkah tepat untuk permulaan.
Semoga 5 pilihan saham blue chip yang saya sampaikan bisa membantu.
Bagikan Melalui
Lydia
Informatif sekali Pak,,,saya awam ttg berinvestasi saham tetapi saya ingin memulai dan masih bingung, mau nanya nih pak jika ada penurunan harga dan terjadi capital loss apakah kita akan benar-benar kehilangan modal kita ataukah jika bersabar dan menunggu harga naik modal kita ada kemungkinan balik lagi, mohon pencerahannya Pak, terima kasih banyak sebelumnya
admin
Tidak kehilangan modal karena harga saham x jumlah saham yang dimiliki adalah nilai investasi Anda. Nilai investasi akan tergantung pergerakkan harga saham.
Saham Blue Chip Adalah | Saham Blue Chip Terbaik yang Menguntungkan
[…] Sumber: Nerd Wallet, Koinworks, Duwitmu […]
Tips Berinvestasi saham untuk pemula – Indonesia First Daily
[…] Cara buat pemula dalam belajar saham adalah fokus ke saham – saham blue-chip. […]
purna
selamat siang, saya tertarik menganai investasi saham dan saya sama sekali buta tentang investasi saham, saya mau bertanya bagaimana cara membuka rekening saham di broker dan adakah rekomendasi broker yg terpercaya ?
admin
Bisa ke Stockbit, Sinarmas Sekuritas, Indopremier, Mandiri Sekuritas. salam
Red Boy
nice artikel
dhana
nice artikel pak
oa saya mau tnya apakah bniscuritas itu bagus
Saham Blue Chip Adalah Saham Terbaik? - bincang investasi
[…] saham blue chip : https://duwitmu.com/saham/saham-blue-chip-indonesia/ […]
Billy Hendra Gunawan
selamat malam, saya pekerja offshore 34 tahun yang bisa dikatakan gaji perbulan yang besar dengan sisa uang “tidak terpakai” kurang lebih 25 juta saya ingin berbisnis tetapi selalu takut kehilangan pekerjaan saat ini dengan gaji yg menurut saya sangat besar tetapi saya juga tidak ingin selamanya bekerja jauh dari keluarga. menurut bapak investasi apakah yg baik untuk saya jika setelah 5 tahun saya berniat pensiun dari pekerjaan saya dan jika memungkinkan memulai bisnis dengan hasil investasi saya?
terima kasih
admin
Ada banyak faktor untuk menentukan investasi yang cocok. Saran saya, Anda banyak baca soal investasi. Bisa juga konsultasi ke perencana keuangan. Investasi, menurut saya, keputusan yang sangat serius, jadi keputusan harus diambil dengan berhat-hati, dengan informasi yang cukup.
claf
Cukup bagus analisis admin, tapi saya mau memberikan sumbang saran. Saham blue chip tak selamanya menjadi saham blue chip. kalau anda pemain saham lebih dr 25 tahun pasati tahu banyak saham blue chip berguguran, dan pada masa-masa tertentu berguguran dan kembali lagi menjadi saham blue chip. Saya ambil contoh saham blue chip yg berguguran INKP, INCO,INDF tergolong blue chip di bawah tahun 2000, dan sekarang ditinggalkan. atau BUMI menjadi blue chip dibawah tahun 2008 ketika ikan teri memakan ikan kakap seperti itulah analogi pasar melihat BUMI ketika pembelian arutmin dan KPC oleh bakrie dan menjadi saham repo yang diperdagangkan di perbankan dan asuransi/investasi besar, tapi setelah kasus morgate dan salah investasi di Ausi saham BUMI gugur dan sekarang menjadi Rp 50/gocap lebih murah dari harga permen. Yang bertahan hanya UNVR tapi masa keemasannya juga sudah mulai pudar 5 tahun terakhir, kalau anda perhatikan UNVR pernah stok split 10 x dan harganya bisa kembali lagi seperti semula sebelum stok split, bagaimana dengan TLKM, benar TLKM masuk kategori saham blue chip di era pertumbuhan seluler yang meningkat drastis dan belakangan mulai stagnat harga sahamnya dan BBCA tergolong saham blue chip di masa tertentu karena ketika krisis moneter tahun 1997 saham ini menjadi saham kacang goreng karena masuk bursa tahun 2000 dimana tahun-tahun yang sulit di bursa lalu mulai bangkit setelah ekonomi membaik di pertengahan pemerintahan SBY, bagaimana dengan BBRI?. Karena BBRI mulai masuk bursa tahun 2003 maka BBRI tdk mengalami crash harga saham dan memang BBRI adalah saham yang growth dan meningkat harganya Rp 875 menjadi lebih dari 2 x 5 x 4 = 40 x lipat setelah listing dan paling efisien selain BBCA IPO Rp 1400 meningkat 2x2x2 = 6x 20= total 60x setelah IPO tapi memang masih kalah dengan UNVR, bandingkan BMRI yg gabungan dari 3 bank vs BBRI dan tidak lama lagi asset BBRI akan mengalahkan semua perbankan. Jika kasus covid-19 terus berlanjut, bisa dipastikan semua saham akan berguguran dalam jangka 3-5 tahun dan pulih setelah 5 tahun, akan tetapi UNVR akan tetap bertahan, kenapa? karena UNVR sdh 2x membuktikan bertahan ketika krisis moneter 1997 dan krisis keuangan morgage 2008 sementara yang lain beguguran karena apapun alasannya kita tdk mungkin tidak menggunakan produk unilever yang merupakan consumer good, kita tidam mungkin tidak mandi pakai UNVR tdk mungkin tdk mencuci baju pakai UNVR tdk mungkin tdk makan khususnya sate pakai UNVR dll. Selamat berselancar di saham Indonesia yang paling banyak intriknya dan lemah pengawasannya dan hati-hati berjalan diatas busa sabun.
R Quiserto
Terima kasih sekali masukkannya. Saya setuju bahwa sebagai investor harus selalu melakukan review dan evaluasi secara rutin. Tidak ada yang abadi, apalgi saham blue-chip. salam